Your Blood, Their Life

donorAkhirnya sukses juga saya donor darah hari ini (15 Mei 2013) setelah hampir 3 tahun saya menunda donor darah (hamil–punya anak–menyusui)

Ceritanya, di MA Al Hidayah Wajak ngadain donor darah gratis (he he he… mana ada donor darah bayar?? Lebay), jadi deh ikutan donor, sendirian karena gak ada seorangpun yang mau kuajak donor. Sekitar jam 9 saya tiba di TKP, maka dimulai lah tahap-tahap donor darah, antara lain :

Pertama, pendaftaran dan mengisi formulir. Pada tahap ini, kita diminta mengisi formulir dari PMI yang isinya data diri seperti nama, alamat, nomor HP, umur, berat badan dan riwayat penyakit dan kondisi kesehatan dalam beberapa minggu terakhir.

Kedua, tes golongan darah. Di sini, kita diambil sedikit darah dari jari pake alat semacam strapler. Trus darah itu di tetes di kertas yang ada lingkaran bertulis “A” dan “B”. Dari situ ketahuan bahwa golongan darah saya “A”. Kemudian sedikit darah lagi di taro di alat kecil yang terbuat dari mika transparan dan dimasukkan ke semacam alat kyanya EDC (alat transaksi debet atau kartu kredit). Belum tau juga fungsi alat ini. Taraaa… golongan darah saya B+

Ketiga, tes tekanan darah (tensi). Di tahap ini tekanan darah kita diukur. Tadi sih tekanan darah saya 100/70. Walaupun agak rendah (klo kata petugasnya), nilai ini masih memungkinkan buat donor darah.

Alhamdulillah saya hanya antri satu orang siswa MA yang saya rayu agar saya bisa duluan. Alhasil, saya maju lebih dulu dari siswa tersebut (muka ditebelin dikit ^_^). Akhirnya sampai juga giliran saya untuk diambil darahnya. Petugasnya mbak-mbak yang baik hati. Kita ngobrol dulu sebentar. Saya cerita bahwa ini pengalaman kedua donor darah. Saya  disuruh menggengam stress ball, trus lengan kiri atas di lilit sama alat alat tensi. Petugas mencari pembuluh darah saya, Katanya pembuluh darah saya tipis jadi agak susah mencarinya.

Setelah ketemu pembuluh darahnya, mulai lah jarum suntik itu menusuk (saya gak berani liat, jarumnya GD banget). Rasanya, tiba-tiba tangan saya kesemutan. Mbak petugas menyuruh saya tidak menggerakkan lengan. 10 menit kemudian mulai relax rasanya. Siswa yang tadi saya balap sudah selesai, kok saya belum? Aneh… sebelum bertanya si Mbak petugas meminta maaf harus mengganti jarumnya ke lengan sebelah kiri. Ternyata, pembuluh vena saya terlalu tipis dan pengambilan darah harus dilanjutkan di lengan lain.

Alhamdulillah donor selesai, saya keluar ruangan dan mengambil snack lagi (isinya biscuit dan ponari sweet).

Finally, dengan postingan ini saya cuma mau cerita bahwa setelah donor, saya ngerasa (secara psikologi) senang karena merasa berguna bagi orang lain walaupun ada sedikit memar di lengan sebelah kanan yang hilang setelah 4 hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s